Rabu, 23 Maret 2016

Kuliah Tamu (Public Relation) oleh Ribut Tri Purwanti

Dasar Public Relation
KULIAH TAMU
Oleh Ribut Tri Purwanti

Description: Description: logo_unair3 REVIEW GOVERMENT RELATION






Oleh :
EVA SAHLA RIZQIYAH
071311533017

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015

Goverment Relation
Oleh Ribut Tri Purwanti
Goverment relations adalah suatu perusahaan yang memiliki hubungan dengan pemerintah, dan hubungannya berkaitan erat  dengan lembaga legislatif. Dalam hal ini berkaitan pula dengan peraturan – peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.  Butuh keahlian khusus untuk seorang  public relations untuk menangani hal seperti ini karena aktivitas yang dilakukan oleh seorang public relations sangat berperan penting dalam perusahaan. Seorang  public relations harus bisa mencapai suatu hasil yang positif agar dapat diterima oleh publik melalui perencanaan pemerintahan. Goverment relations bergerak dalam berbagai bidang diantaranya adalah kesehatan, alokasi, kebijakan pajak, transportasi, keamanan dalam negri, dan lain sebagainya.
            Seorang praktisi public relations dalam hal ini bertugas sebagai yang memantau kebijakan pemerintah, memetakan key opini leader, menghandel perusahaan ketika mengalami krisis, membangun relasi dengan perusahaan lain, lobby agenda untuk pengebangan suatu perusahaan. Dari beberapa tugas seorang praktisi public relations diatas adalah untuk membangun suatu image pada stakeholder, mendukung serta menyelamatkan reputasi ketika suatu perusahaan mengalami permasalahan atau terjadi krisis dan agar dapat meminimalisis suatu kejadian tersebut.
            Dalam hal in komunikasi tidak dapat hanya dipegang oleh satu function, kita juga perlu untuk mendifine setiap stakeholder masing – masing. Untuk itu internalnya adalahan employing manager misalnya karyawan. Didalam suatu perusahaan didalamnya terbagi menjadi beberapa bagian dan perusahaan wajib untuk menyebarkan atau melakukan persebaran karyawan dimana – mana, sehingga ketika hal tersebut tidak di manage oleh perusahaan menjadikan hal sekecil itu menjadi masalah dan kekacauan. Wajib seorang praktisi public realtion untuk memeperhatikan hal ini karena dapat mempengaruhi perusahaan tentunya.
            Eksternal khusus media massa dinamakan media relations manager yaitu pekerjaannya disini untuk memanage hubungan dengan stakeholder media. Sangat penting untuk media massa karena pada era sekarang ini masyarakat banyak yang menggunakan media massa dan kebanyakan menggunakan internet sehingga sangat penting pula untuk memperhatikan hal tersebut. Ada yang dinamakan key opini leaders yaitu orang – orang yang berkemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Contohnya adalah MUI, sangat berperan penting dalam hal tersebut.
            Function komunikasi sangat penting ketika sebuah perusahaan mengalami krisis atau suatu masalah. Peran dan tanggung jawab seorang public relations terlibat atau bekerja sama dengan pemerintahan, asosiasi perdagangan, pasar degang, dan lain sebagainya, serta media dijadikan sebagai kepentingan utama untuk menyamapikan tujuan legislatif bisnis. Membangun hubungan yang erat dan berkelanjutan dengan masing – masing untuk kepentingan berdasarkan saling menghormati dan memiliki etika yang kuat. Mewakili perusahaan forum industri dan acara serta memberikan sran terpecaya untuk mitra bisnis lokal maupun global. Melakukan penelitian dan memantau peraturan yang mempengaruhi suatu perusahaan. Menyebarkan lobby dan advokasi agenda untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perusahaan.
            Setiap hari agar memantau dan memonitoring media dan mencari serta melihat semua berita atau maslah yang sedang terjadi pada saat ini. Melihat issue apa saja yang dihadapi saat ini, misalnya kenaikan harga bahan bakar minya (BBM), kasus narkoba hukuman mati, dan berita lainnya. Semua issue yang telah terjadi saat itu kita lihat apakan dapat mempengaruhi bisnis suatu perusahaan atau tidak.  Contoh lain pemecatan impor, kasus garam. Kita harus melihat apakah stok garam yang ada diperusahaan kita masih tersedia atau tidak kita juga harus memperhatikan. Ketika stok tersebut tidak ada kita perlu melobbynya atau tidak, dalam hal ini termasuk dalam eksternal function.  Dalam penjelasan diatas bisa disimpulkan agar dapat membagun kuat citra suatu perusahaan dikalangan kepentingan bersama. Mendapat dukungan ketika dalam situasi positif maupun negatif. Jika mengalami krisis, dampak negatif terhadap reputasi suatu perusahaan dan bisnis tersebut dapat di minimalisasikan.
            Sebagai seorang praktisi public relation dalam goverment relation kita harus membangun relationship sebelum – sebelumnya. Kita tidak boleh dengan datang dan meminta bantuan secara tiba – tiba. Kita perlu membangun hubungan dengan pemerintah densecara bertahap.  kita perlu membangun dengan proses yang cukup waktu agar dapat diterima dan ketika kita mengalami suatu masalah pemerintah dapat membantu atau menolong sebuah perusahaan tersebut karena perusahaan dan pemerintah memiliki relationship sebelumnya dan dengan proses.
            Ketika kita memiliki posisi sebagai praktisi public relation kita perlu memperhatikan media sosial. Kita perlu melihat apa yang terjadi didalam media sosial agar ketika mengalami permasalahan atau ada beberapa informasi kita bisa tau dan memanage media. Dan sebagai praktisi public relation juga wajib untuk melihat bagaimana pengguna media sosial sekarang ini. Karena pada saat ini standing money advertising tidak lagi kepada media cetak bahkan media elektronik. Pada era sekarang ini masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi atau hal apapun. Maka dari itu sebagai praktisi public relation juga agar memperhatikan peran media sosial sekarang ini. Masyarakat indonesia juga dapat merusak reputasi yang sudah dibangun bertahun – tahun. Hanya share beberapa informasi atau hal apapun yang ada didalam media massa dan kita tidak tau bagaimana isi kebenarannya tersebut yang dapat merusak reputasi dan ini termasuk the power of digital public relation.  
            Ekternal affairs harus dilakukan karena sangat penting dan berhubungan langsung dengan pemerintahan dan sangat berkaitan erat dengan bisnis. Berhubungan dengan badan – badan pemerintahan, akademisi, media massa, assosiasi, dan juga organisasi non pemerintah. Maka dari itu dalam goverment relation sangatlah penting karena menyangkut pemerintahan. Ketika kita lupa untuk mengkonfirmasi kepada badan kordinasi perusahaan dapat didatangi oleh mereka dan menegur dan dapat mencabut produksi suatu perusahaan tersebut.  Function eksternal affairs merupakan salah satu function yang sangat penting dalam istilah  komunikasi.
Dalam perusahaan Unilever Indonesia mereka bergabung dan terlibat dalam beberapa assosiasi diantaranya adalah Gabungan Assosiasi Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Persatuan Perusahaan Kosmetik Seluruh Indonesia (PERKOSMI), Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) dan Foreign Chamber of Commerces and Several Others.
Ada beberapa badan institusi pemerintahan yang membuat kebijakan dimana bisnis suatu perusahaan bergantung kepada kebijakan mereka. Dan kebijakan setiap perusahaan akan berbeda – beda tergantung bisnis atau usaha apa yang dilakukan oleh setiap perusahaan. ada menteri industri, mengatur bagian perindustrian suatu barang, Indonesia SDA (BPOM) adalah yang mengatur dan mengeluarkan izin untuk makanan kosmetik, dan lain sebagainya. Barang yang akan didistribusikan keluar semuanya harus melalui tes dari badan BPOM. Kementrian lingkungan hidup juga berperan penting dalam perusahaan misalnya perusahaan ice cream, sebelum sampai ditangan konsumen sudah pasti melalui beberapa proses, sebelum didatangkan ketika masuk di pelabuhan sudah harus menjalani pemeriksaan dari menteri lingkungan hidup, apakah lemari es yang digunakan untuk ice cream mengandung bahan  berbahaya atau tidak. Ada juga menteri perdagangan, menteri kesehatan, menteri pertanian, dan lain sebagainya. Dalam public policy mapping kita harus memahami kebijakan berdarkan industri atau proses aliran bisnisnya. Ada sourcing raw material yaitu membahas tentang peraturan impor pada horticulture ilmu perkebunan, dan lain sebagainya. Pertama,  mengenai bagaimana garam yang digunakan, apakah ada bahan berbahaya didalamnya atau tidak, susu, teh, gula yang digunakan bagaimana dalam suatu produk tersebut. Kedua, manufacturing and corporate. Manufacturing yaitu bagaimana impor mesinnya, impor masterlist, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk corporate biasnya lebih kepada bagaimana hukum industrinya, Standart Nasional Indonesia (SNI) bagaimana tingkat keamanannya, izin usahanya, hukum perusahaan, outrourcing, dan lain sebagainya. Ketiga, distribution and trade yaitu membahas bagaimana hukum perdagangan, pajak impor, barang – barang yang impor bagaimana kualitasnya, setelah selesai bagaimana keadaannya, harus ada SKI BPOM di tingkat kemanannya, pada pedoman untuk produk dengan kemasan, dan lain sebagainya. Keempat, consumer protection yaitu harus memenuhi syarat yang ditentukan karena hal ini merupakan perlindungan bagi konsumen yaitu peraturan BPOMnya bagaimana, bagaimana gula, garam , lemak yang terkadang dalam suatu produk tersebut, apakah ada pemanis buatan tau tidak, halal atau tidaknya suatu barang juga akan lebih banyak diperhatikan di negara Indonesia, hukum makanannya bagaimana, apakah ada bahan tambahan atau pengawet, dan lain sebagainya.
Bahwa pekerjaan eksternal affairs selain stakeholder mapping juga public policy mapping karena kita tidak akan bisa beroprasi ketika kita tidak mengetahui bagaimana peraturan yang berlaku di negara Indonesia. Setiap bisnis di Indonesia akan memiliki kebijakan yang berbeda – beda tergantung bisnis apa yang dibuat oleh setiap perusahaan . Dan public policy akan berbeda – beda setiap perusahaan sesuai dengan ketegorinya.
Sebagai seorang praktisi public relation juga harus memperhatikan top global atau local issue, membahas tentang issue apa yang sedang rame dibicarakan saat ini. Pemerintah, NJO dan orang – orang yang terlibat dalam suatu perusahaan atau bisnis tersebut juga dalam wakti 4- 6 bulan atau 1 tahun akan memberikan laporan kepada perusahaan apa yang sedang ramai dibicarakan masyarakat saat ini. Dan setiap negara akan memiliki top issue, misalnya negara Amerika lebuh sering dan top issue mereka adalah tentang obesitas.
Untuk membantu tugas sebagai praktisi public relation atau orang – orang yang berperan didalam bisnis tersebut kita dapat membuat tools. Dibagi menjadi 3 yaitu, pertama CR database ( data kunjungan ke pihak lain ). Misalnya seorang praktisi public relation si A bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup, bertemu di tempat ini, pukul berapa, tanggal berapa dan membahas topik ini dan itu harus jelas sehingga dapat memudahkan orang lain untuk mengakses. Kedua, golden eye yaitu pendapatan barang – barang impor atau produk dari luar negeri untuk menangani izin – izin apa saja yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai kebutuhannya. Dan dalam golden eye pasti ada masa berakhirnya suatu izin tersebut, misalnya izin impor susu berakhir pada bulan Juni dan segera mungkin agar diperbarui izin tersebut. Ketiga, alert adalah tejemahan dari kebijakan yang disirkulasi di internal suatu perusahaan itu sendiri.  Misalnya, ada peraturan dari pemerintah bahwa ada pembatasan impor gula kepada perusahaan kita harus dapat menangani suatu permasalahan tesebut.

















REFERENSI
Power Point kuliah tamu oleh Ribut Tri Purwanti.





contoh Virilokal

Mendiskripsikan Virilokal
Adat Virilokal adalah suatu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri diharuskan menetap disekitar pusat kediaman kerabat suami. Adat ini digunakan oleh masyarakat yang menganut sistem kekerabatan patrilineal.
Orangtua saya menikah kurang lebih 40 tahun yang lalu. Setelah menikah , Ayah dan Ibu saya memutuskan untuk tinggal dikediaman orangtua Ayah saya.  Menurut ahli antropolog adat ini disebut juga dengan Adat Virilokal ( tinggal di kediaman kerabat suami ). Ayah dan Ibu saya menganut sistem adat Virilokal tersebut kurang lebih selama 20 tahun. Setelah kurang lebih 20 tahun menetap dirumah kerabat Ayah, orangtua saya memutuskan untuk membangun sebuah rumah atau tinggal dikediaman baru. Dalam adat ini para ahli antropolog menyebut juga dengan Adat Neolokal yaitu menempati tempat tinggal baru dan tidak mengelompok bersama kerabat suami maupun kerabat istri. Adat ini berjalan sampai saat ini dan kurang lebih sudah berjalan selama 20 tahun. Jadi Orangtua saya selama 40 tahun menikah dengan Ibu saya sudah nmenganut 2 adat menetap sesudah menikah, Adat Virilokal dan Adat Neolokal. Dan masing-masing dari 2 adat tersebut, sama-sama berjalan selama 20 tahun lamanya.  20tahun pertama menganut Adat Virilikoal dan 20 tahun setelah itu menganut Adat Neolokal.
 Eva Sahla Rizqiyah
(071311533017) Ilmu Komunikasi

ARTIKEL “ Pengaruh Televisi dan Perkembangan Anak”

ARTIKEL
Teknik Penulisan Ilmiah
“ Pengaruh Televisi dan Perkembangan Anak”

Description: logo_unair3









Nama : Eva Sahla Rizqiyah
NIM : 071311533017
      

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2013


Pengaruh Televisi dan Perkembangan Anak
Televisi hampir 90% sudah menjangkau di negara berkembang saat ini, berbeda halnya dengan jaman dulu yang hanya kalangan tertentu saja yang dapat memiliki atau mempunyai televisi dan hanya usia tertentu yang dapat menontonnya. Tetapi sekarang televisi tidak langka seperti dulu bahkan usia berapa pun dapat melihat televisi sepuas mereka tanpa melihat sisi negatifnya meskipun ada sisi positifnya juga yang ada didalam televisi tersebut.
Pada saat ini televisi sudah menjelma dimana-mana, dari orang tua hingga anak-anak sudah mengenal apa itu televisi dan apa saja yang di tayangkan di layar televisi tersebut. Mulai dari tontonan anak-anak, remaja, hingga orang tua. Dan mereka juga harus dapat memilih mana yang boleh dan layak ditonton sesuai dengan usia mereka.
Kita perlu menyadari bahwa tayangan di televisi, sebagaimana dikatakan Edward Markey, adalah seperti gambar roti, dimana anak-anak akan tetap terdorong untuk menyukainya, meskipun tidak tahu apakah itu bergizi atau tidak. Sebagaimana pengetahuan bergizi atau tidaknya roti memerlukan penjelasan orang tua, demikian juga pengetahuan tentang bermanfaat tidaknya sebuah acara televisi memerlukan penjelasn dari orang tua. Markey ( dalam Hidayati, 1998 : 3 )
Dalam buku Keith W. Mielke yang berjudul “ Televisi dan Perkembangan Sosial Anak” yang dikutip oleh Arini Hidayati mengatakan bahwa “ Masalah paling mendasar bukanlah jumlah jam yang dilewatkan si anak untuk menonton televisi, melainkan program-program yang ia tonton dan bagaimana para orang tua serta guru memanfaatkan program-program ini untuk sedapat mungkin membantu kegiatan mereka”. Mielke ( dalam Hidayati, 1998 : 74 ). Dari kutipan tersebut memang harus diwaspadai oleh orang tua dan juga guru, bukan karena berapa lamanya mereka menonton televisi melainkan apa yang mereka tonton di layar televisi tersebut.
Banyak sekali anak-anak yang kurang perhatian dari orang tuanya dan menjadikan televisi sebagai penghibur ketika mereka sendirian atau anak-anak ini menghabiskan waktu hanya untuk menonton televisi dirumah setelah pulang sekolah dan terlalu banyak menghabiskan untuk menonton dan mereka lupa akan belajar. Kebanyakan anak-anak ini menonton siaran televisi yang sebenarnya tidak harus ditonton oleh mereka karena usianya, tetapi di jaman seperti ini yang kurangnya pengawasan dari orang tuanya dan orang tua mereka menganggap bahwa televisi akan membuat anak-anaknya tidak bermain keluar rumah atau agar mereka tidak kesepian dirumah karena ditinggal orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaan mereka, adanya kebiasaan mereka sehari-hari yang meluangkan banyak waktu untuk menonton televisi dan lupa akan belajar mereka.
Apa yang diberikan televisi dalam perkembangan anak ? seperti yang ada didalam buku ‘ Televisi dan Perkembangan Sosial Anak’ karangan dari Arini Hidayati menyebutkan beberapa pengaruh dari televisi. Pertama, siaran televisi  bisa menumbuhkan keinginan untuk memperoleh pengetahuan. Kedua, pengaruh pada cara berbicara. Ketiga, pengaruh penambahan kosakata. Keempat, televisi berpengaruh pada bentuk permainan. Dan yang kelima, televisi memberikan berbagai pengetahuan yang tidak dapat diperoleh dari lingkungan sekitar atau  orang lain. ( Hidayati : 1998 ).
Didalam televisi memang banyak acara-acara televisi yang bermanfaat begitupun juga sebaliknya yang tidak bermanfaat, dari sekian banyak siaran televisi yang ditayangkan anak-anak akan tidak bisa memilih mana yang layak ditonton oleh mereka. Contoh acara ftv, sinetron, berita, perdebatan, gosip, kartun, dll. Anak-anak maka akan lebih banyak dan memilih acara yang menghibur mereka misalnya ftv atau sinetron dan acara tersebut dianggap seru oleh mereka. Anak-anak ketika melihat berita mereka akan lebih banyak berpikir kalau berita adalah tontonan untuk orang-orang dewasa. Meskipun kartun adalah tontonan untuk anak-anak tetapi banyak juga kartun yang sering menampilkan adegan yang kurang baik. Maka dari itu sebagai orang tua seharusnya selalu mendampingi si anak.
“ Anak yang penyesuaiannya baik, kurang kemungkinannya terpengaruh secara negatif, apakah temporer ataukah permanen dibandingkan dengan anak yang buruk penyesuaiannya. Demikian juga, anak yang sehat ketimbang anak yang tidak sehat” ( Hidayati, 1998 : 87 ).
Orang tua yang menginginkan anaknya agar selalu dirumah untuk menonton televisi saja itu pendapat yang tidak baik untuk anak-anak karena adanya hal seperti itu televisi dapat membuat kecanduan bagi penontonnya, dapat mengurangi minat baca dan minat belajar untuk anak-anak dan juga perkembangan sosialnya di masyarakat akan tidak baik karena kurangnya interaksi terhadap sesama dan menjadikan manusia yang individualis.
Orang tua yang seperti ini salah, bukan pemecahan masalah yang baik dan benar untuk anak ketika si anak tersebut kesepian dirumah karena orang tuanya bahkan hal lainnya, atau membiarkan anak-anak tersebut meluangkan banyak waktunya untuk menonton televisi tanpa melihat sisi negatif televisi yang dapat berpengaruh besar terhadap anak-anak. Memang hal seperti ini bukan masalah besar untuk orang tua karena mereka sudah bisa memilih, memilah, memahami apa yang ditayangkan, mengambil manfaat, dan membuang sisi-sisi negatif yang ditayangkan tersebut, tetapi bagaimana dengan anak-anak ? bagaimana dengan kepolosan mereka ? belum tentu mereka dapat menginterpretasikan apa yang ditayangkan di layar televisi tersebut dengan benar.
Anak-anak yang seharusnya tidak menonton tayangan remaja atau orang dewasa tetapi karena adanya acara-acara tersebut yang banyak ditayangkan di stasiun-stasiun televisi sekarang seperti halnya percintaan yang ada di ftv atau sinetron yang menggambarkan seorang laki-laki dengan perempuan yang menjalin suatu hubungan atau disebut juga dengan pacaran atau juga sepasang kekasih, mereka akan berpikir dunia nyatanya ingin seperti yang ada di layar televisi tersebut dan akan berpengaruh untuk berpacaran dan mengikuti apa saja yang ditayangkan dilayar televisi tersebut. Misalnya dalam acara ftv tersebut menayangkan kisah seorang sepasang kekasih yang kemudian si perempuan tersebut sakit kemudian laki-laki tersebut menjenguk pacarnya yang sedang sakit dirumah atau rumah sakit dan si laki-laki tersebut ketika tiba membawakan makanan dan mencium kening si perempuan itu atau sepasang kekasih yang sedang berpelukan, merangkul, dsb. Dalam cerita ftv ini ada sisi positif dan negatifnya juga, sisi positifnya ketika seseorang sedang yang sakit kita jenguk dan kita bawakan makanan tetapi hal lainnya yang negatif adalah ketika sepasang kekasih tersebut bertemu dan laki-laki tersebut menjenguk sambil mencium kening si perempuan itu adalah hal yang sangat negatif karena mereka hanya sepasang kekasih bukan muhrim, justru mereka akan melihat hal seperti itu adalah hal yang biasa dan wajar untuk dilihat dan ditiru padahal hal itu sangat tidak baik untuk dilihat dan ditiru oleh anak-anak karena hal seperti itu sangat berpengaruh untuk si anak tersebut. Ada juga contoh lain misalnya terjadinya pertengkaran, kekerasan, melawan orang tua, dsb.
Di kehidupan mereka akan disambungkan dengan cerita-cerita yang mereka tonton di layar televisinyanya, mereka justru akan melihat hal-hal seperti itu spele dan dianggap biasa saja padahal itu menunjukkan moral dan etika yang tidak baik. Tetapi orang tua sekarang tidak melihat dari hal itu, mereka tidak bisa memikiran apa yang dipikirkan dan dilihaat oleh si anak yang masih melum mampu menginterpretasikan, memahami apa yang ditayangkan, memilih, memilah, mengambil manfaat, dan membuang sisi-sisi negatif dari film tersebut . Orang tua justru akan melihat dari sisi apakah anaknya tersebut terhibur , tidak kesepian, dsb.
Pengawasan orang tua yang seperti ini membuat anak-anak jaman sekarang tidak peduli atau cuek dengan etika dan moral yang ada. Sedangkan anak dalam perkembangan yang membutuhkan idola dari si pemain-pemain ftv atau sinetron tersebut menjadikan anak mengikuti dan meniru gaya atau perilaku yang ditunjukkan atau dilakukan oleh si idola tersebut tanpa memperhatikan sisi baik dan buruknya didalam sifat atau perilaku si idola tersebut. Padahal didalam cerita yang ditayangkan didalam layar televisi tersebut menggambarkan etika dan moral yang tidak baik ketika adegan tersebut vulgar untuk ditonton oleh anak-anak.
Adanya pemain-pemain tersebut yang mengenakan baju minim akan ditiru juga dengan anak-anak yang mengidolakan artis tersebut, dan menjadikan anak-anak tersebut ingin meniru style yang digunakan oleh idola mereka dan itu juga bisa membuat mereka akan boros uang dan memakai baju dengan trend trend baru yang bisa melupakan pakaian-pakaian yang mereka pakai sebelum-sebelumnya dan itu akan membuang banyak uang untuk mereka yang diusia dini ini. Dan dengan adanya film yang menggambarkan seorang anak yang kutu buku maka mereka akan lebih banyak melihat teman-temannya ketika melihat anak yang selalu rajin akan di katakan seperti apa yang mereka lihat misalnya kutu buku. Dan dengan adanya seperti ini bisa menjadikan anak gengsi untuk belajar karena ketika mereka rajin mereka akan dipanggil dengan teman-temannya kutu buku. Adanya istilah dan panggilan-panggilan seperti itu membuat mereka tidak rajin dan lama kelamaan mereka akan malas untuk belajar karena pangilan seperti itu.
Bukan hanya acara ftv atau sinetron saja yang bisa mempengaruhi pemikiran anak tetapi kartun juga banyak yang menampilkan tayangan yang negatif kepada si anak. Seperti halnya acara kartun yang juga memiliki sisi sisi negatif seperti halnya juga dengan sinetron atau ftv. Contoh saja film sailor moon yang ditayangkan berisi kisah-kisah romantisme, acara dragon ball yang bisa membuat si anak menjadi agresif, dan juga film crayon shincan. Dalam film crayon shincan, shincan ini juga merupakan tokoh anak kecil yang tidak baik dan kurang baik, kurang baiknya ini juga sering mengarah ke masalah seks. Didalam cerita shincan ini banyak yang menampilkan kurang baik dan vulgar, yang suka mengintip rok mamanya dan sering bermimpi perempuan- perempuan cantik dengan mengenakan baju yang minim atau memakai bikini di pantai. Dan dengan adanya tayangan seperti itu juga bisa membuat pemikiran anak menjadi dewasa sebelum waktunya dan itu sangat tidak layak untuk ditonton oleh anak-anak karena ke vulgarannya.
Meskipun tontonan tersebut juga untuk anak-anak tetapi didalamnya mengandung unsur- unsur yang dewasa dan tidak layak untuk ditonton, maka dari itu sebagai orang tua harus selalu mengontrol dan mengawasi apa yang anak-anak liat didepan layar televisinya tersebut agar tidak terjebak dengan pergaulan yang tidak baik.
Pengaruh-pengaruh yang ditayangkan di televisi jaman sekarang sangat membuat generasi-generasi muda jaman sekarang bermoral dan beretika yang sangat rendah. Dari kecil akibat kurang pengawasannya dari orang tua mereka yang seperti ini menimbulkan banyak dampak yang sangat negatif terhadap diri mereka dan bisa menjadikan kebiasaan ketika terus-menerus mereka lakukan setiap harinya. Moral-moral yang tidak baik yang ada didalam pertelevisian ini mempengaruhi pemikiran si anak kedepannya.
Pemikiran anak- anak setelah menonton program- program televisi yang ditayangkan, setelah mereka melihat film tersebut mereka cenderung akan menirukannya apa yang ada didalam televisi tersebut tanpa melihat sisi buruknya dengan apa yang mereka lakukan karena kurangnya pengawasan dari orang tua mereka sendiri.
Dalam buku karangan Arini Hidayati ini mengatakan bahaya dalam perkembangan sosial anak adalah  bisa dilihat dari adanya “ keterlantaran sosial,” dimana anak tidak mempunyai hubungan dengan orang lain ataupun kehilangan kesempatan untuk berhubungan dengan anak seusianya. Hal ini bisa dijumpai pada keluarga- keluaga yang mengutamakan karier, yang sebagian besar waktunya dihabiskan diluar rumah, yang menyerahkan semua urusan rumah pada pembantu dan anak- anak sendiri, ataupun bisa disebabkan karena anak terbebani dengan tugas- tugas yang selalu berat ( baik tugas sekolah maupun tugas rumah ).( Hidayati, 1998 : 47 )
Sudah tugas orang tua bahwa mereka harus bisa mendidik anaknya dengan baik, dan mendampingi selalu si anak dan memberikan penjelasan kepada apa yang mereka belum mengerti dan menjelaskan kenapa bisa terjadinya adegan seperti itu misalnya kenapa bisa terjadi pertengkaran, dan selalu memberi arahan kepada anak agar tidak meniru dan melakukan apa yang mereka lihat didalam dunia pertelevisian tersebut. Karena didalam dunia tersebut hanya sandiwara dan tidak boleh meniru dalam dunia nyatanya ini agar tidak rusak moral dan etika yang kita miliki.
Milton Chen dalam hal ini sangat mementingkan keberadaan orang tua sebagai pembimbing utama anak. Beberapa saran yang ia kemukakan antara lain,  bahwa kita perlu memperhatikan anak- anak menonton dan belajar dari teve, menyeleksi program- program, menghidupkan hanya pada acara- acara tertentu, melakukan diet TV, mengajari anak untuk mengkritisi dari acara sampai iklan, dan tentunya orang tua pun harus tahu banyak mengenai acara apa saja yang berkaitan dengan anak . Chen ( dalam Hidayati, 1998 : 90 ).
Orang tua sebaiknya membuat perjanjian dengan anak , ketika mereka mendapat juara kelas atau mendapatkan nilai sesuai dengan target, dan lain sebagainya yang bisa membuat anak bisa semangat belajar dan termotivasi. Dengan adanya kado- kado kecil yang diberikan kepada mereka saat si anak mendapat juara kelas atau nilainya yang bagus akan bisa membuat si anak lebih fokus kepada belajar mereka.
Menurut hasil penelitian Arini Hidayati menunjukkan bahwa, bagi anak, nonton teve adalah sebah hiburan. Mereka menggunakannnya sebagai sarana pelepas lelah setelah belajar atu mengisi waktu- waktu luang. Mungkin kita akan mengatakan bahwa kecendrungan ini bukan saja pada anak- anak, tapi juga pada orang dewasa. Fungsi utama televisi adalah sebagai media hiburan. ( Hidayati : 103 ).
“ TELEVISI memainkan peranan begitu besar  dalam pertumbuhan anak- anak kita, dan orang tua lah yang pertama dan terutama yang membentuk nilai- nilai anak. Orang tua perlu berpikir keras mengenai pengaruh televisi pada anak- anak dan cucu- cucu kita dimasa mendatang ( Fred Rogres). Rogres ( dalam Hidayati, 1998 : 120 ).
Sebaiknya orang tua sadar akan pengaruh yang timbul kepada si anak ketika mereka menonton acara- acara yang kurang baik. Dan selalu mengawasi mereka ketika mereka melihat televisi yang di tayangkan dan selalu memberi arahan atau pengarahan mengenai program yang dditayangkan tersebut agar tidak menjadikan anak meniru hal- hal yang negatif dari acara tersebut dan mengambil sisi positifnya.
Daftar Pustaka

Hidayati, Arini. Televisi dan Perkembangan Sosial Anak. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 1998

Alhamdulillah

Tugas Study Tour SMAN 1 MANYAR

KARYA ILMIAH REMAJA
"PATUNG GARUDA WISNU KENCANA SEBAGAI PERWUJUDAN MODERN SEBUAH KEBUDAYAAN DAN TRADISI KUNO”
 








DISUSUN OLEH :
EVA SAHLA RIZQIYAH
XI-IB / 10

SMA NEGERI 1 MANYAR GRESIK
(Public Senior High School 1 Manyar Gresik)
Jl. Kayu Raya Pongangan Indah,Manyar
 Gresik, 61151
Tahun pelajaran 2011-2012


HALAMAN PERSETUJUAN

Karya tulis degan judul “Pengaruh Kebudayaan Hindu terhadap Kebudayaan di Pulau Bali” telah di setujui oleh guru pembimbing dan di nyatakan selesai dengan bimbingan pada tanggal ...
                                                                                                  








                                                                                                    Gresik,     Juli 2012
Pembimbing 1                                                                                 Pembimbing 2

Drs. H. Hasan Basri                                                                      M. Fadloli, S.Pd.





HALAMAN PENGESAHAN

Karya tulis yang berjudul “Patung Garuda Wisnu Kencana Sebagai Perwujudan Modern Sebuah Kebudayaan dan Tradisi Kuno” telah disahkan oleh guru penguji pada tanggal ... Juli 2012. dan dinyatakan lulus/tidak lulus


                                                                                                    Gresik,     Juli 2012
Penguji 1                                                                                               Penguji 2

 



Mengetahui,
Kepala SMA Negeri1 Manyar

Drs. H. Syafaul Anam, M.M.



KATA PENGANTAR
            Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga karya ilmiah remaja yang berjudul “ PATUNG GARUDA WISNU KENCANA SEBAGAI PERWUJUDAN MODERN SEBUAH KEBUDAYAAN DAN TRADISI KUNO” dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis berharap karya ilmiah remaja ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dan berguna bagi almamater tercinta.
Dalam karya tulis ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan terimakasih kepada :
1.      Drs. H. Syafaul Anam, M.M. Selaku Kepala SMAN 1 MANYAR yang telah  memberikan pengantar ijin penelitian.
2.      Bapak Hasan Basri selaku pembimbing 1 yang telah membimbing penyusunan karya ilmiah ini.
3.      Bapak Fadloli selaku pembimbing 2 yang juga telah membimbing penyusunan karya ilmiah ini..
4.      Orang tua yang selalu membantu, mendukung, memotivasi, dan membiayai penyusunan karya ilmiah.
5.      Teman-teman XI yang selalu memberi pendapat-pendapat untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada dalam penulisan karya ilmiah.
6.       Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang berperan dalam proses penyusunan karya tulis ini.

Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan penyempurnaan karya tulis ini.
Akhirnya penulis berharap mudah-mudahan karya tulis ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya adik-adikkelas.

Gesik, Juni 2012


         Penulis















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................... i
DAFTAR ISI .......................................................................................iii
BAB I      PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang .........................................................1
1.2    Rumusan Masalah ....................................................1
1.3    Tujuan Penulisan ......................................................1
1.4    Manfaat Penulisan ....................................................2

BAB II    KAJIAN TEORI
2.1   Garuda Wisnu Kencana.............................................3
2.2  Sebuah kebudayaan modern.......................................4
2.3  Tradisi kuno  ..............................................................4

BAB III   METODE PENELITIAN .....................................................5
BAB IV  PEMBAHASAN
4.1 Sejarah Garuda Wisnu Kencana...............................6
4.2 Inspirasi Pembuatan Garuda Wisnu Kencana...........7
4.3 Tujuan dan Manfaat Pembuatan Garuda Wisnu Kencana..........................................................................8
4.4 Patung Garuda Wisnu Kencana digunakan sebagai         perwujudan modern sebuah kebudayaan dan tradisi kuno...............................................................................8
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan................................................... ..........10
5.2 Saran........................................................................10

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................11
LAMPIRAN …………………………………………………………..12








BAB I
PENDAHULUAN








BAB I
PENDAHULUAN

1.1            LatarBelakang
Salah satu pulau di indonesia yang sering dikunjungi oleh turis mancanegara adalah Pulau Bali atau sering di kenal dengan sebutan Pulau Dewata. Disana terdapat berjuta-juta kebudayaan dan keindahan yang luar biasa banyak, salah satunya adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). Disini saya akan mengurai sedikit fakta di balik terbentuknya bangunan megah di pulau Dewata, yang bisa di sebut mega proyek. Meskipun bangunan tersebut belum keseluruhan jadi namun sudah banyak turis asing maupun turis mancanegara datang untuk melihat pemandangan yang indah. Menurut informasi yang saya  dapat, bangunan ini akan di bangun lebih tinggi dari pada patung Liberty. Sungguh hasil karya yang patut untuk di contoh, mari kita melestarikan budaya kita dan menjadikan Indonesia lebih maju dari pada sebelumnya.

1.2            RumusanMasalah
1.      BagaimanaSejarah Garuda WisnuKencana
2.      ApaInspirasipembuatan Garuda WisnuKencana
3.      Apatujuan dan manfaatdibangunnya Garuda WisnuKencana
4.      Mengapapatung Garuda WisnuKencanadigunakansebagaiperwujudan modern sebuahkebudayaan dan tradisikuno



1.3            TujuanPenulisan
1.  Mengetahui sejarah Garuda Wisnu Kencana
2.  Mengetahui tujuan dan manfaat didirikannya Garuda Wisnu Kencana.
3.  Mengetahui proses pembuatan patung Garuda Wisnu Kencana.
4.  Mengetahui kebudayaan dan tradisi kuno Garuda Wisnu Kencana.



1.4            ManfaatPenulisan

1.      Untuk Penulis
Agar penulismengetahuisejarah, tujuan, manfaat dan proses pembuatan Garuda WisnuKencanasertakebudayaandantradisikuno di Garuda WisnuKencana.

2.      Untuk pembaca
Menggalisumber yang belumpernah di ketahuiolehpembaca.

3.      Untuk Guru / Pemerintah
Untukmenambahsumberbukubacaan di perpustakaan.














BAB II
KAJIAN TEORI









BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 GARUDA WISNU KENCANA
Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (bahasa Inggris: Garuda Wisnu Kencana Cultural Park), disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter.
Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut.
Di kawasan itu terdapat juga Patung Garuda plaza  yang tepat di belakang Plaza Wisnu adalah Garuda Plaza di mana patung setinggi 18 meter itu ditempatkan sementara. Pada saat ini, Garuda Plaza menjadi titik fokus dari sebuah lorong besar pilar berukir batu kapur yang mencakup lebih dari 4000 meter persegi luas ruang terbuka yaitu Lotus Pond. Pilar-pilar batu kapur kolosal dan monumental patung Lotus Pond Garuda membuat ruang yang sangat eksotis. Dengan kapasitas ruangan yang mampu menampung hingga 7000 orang, Lotus Pond telah mendapatkan reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan acara besar dan internasional.
Terdapat juga patung tangan Wisnu yang merupakan bagian dari patung Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu langkah lebih dekat untuk menyelesaikan patung Garuda Wisnu Kencana lengkap. Karyainiditempatkansementara di daerahTirtaAgung.


2.2 SEBUAH KEBUDAYAAN MODERN
Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan umat manusia pun mengalami perubahan. Menurut para pemikir post modernis dekonstruksi, dunia tak lagi berada dalam dunia kognisi, atau dunia tidak lagi mempunyai apa yang dinamakan pusat kebudayaan sebagai tonggak pencapaian kesempurnaan tata nilai kehidupan. Hal ini berarti semua kebudayaan duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dan yang ada hanyalah pusat-pusat kebudayaan tanpa periferi. Sebuah kebudayaan yang sebelumnya dianggap pinggiran akan bisa sama kuat pengaruhnya terhadap kebudayaan yang sebelumnya dianggap pusat dalam kehidupan manusia modern.

2.3 TRADISI KUNO
Kebiasaan zaman dulu , dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak jaman dulu dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi









BAB III
METODE PENELITIAN









BAB III
METODE PENELITIAN
Dalam pembuatan karya tulis ini saya menggunakan beberapa metode penulisan, yaitu :

1.      Studi Lapangan
Penulis memperoleh data dengan melakukan penelitian dengan mengamati langsung keadaan objek wisata Garuda Wisnu Kencana.

2.      Wawancara
Penulis memperoleh data dengan melakukan wawancara langsung dengan Guide Bali yang bernama I Made Manra dan pihak- pihak yang terkait dengan penelitian.                                                                     
3.      Penulis mengumpulkan data dari situs- situs internet  yang ada kaitannya dengan pokok permasalahan.


 












BAB IV
PEMBAHASAN









BAB IV
PEMBAHASAN
4.1            Sejarah Garuda Wisnu Kencana
Pada awal mulanya berawal dari begawan yang mempunyai dua istri. Istri pertama bernama Dewi Kaldu dan istri kedua bernama Dewi Winata. Dari kedua istri tersebut tidak mempunyai anak, tetapi kedua istri begawan tersebut dianugerahi dua bilah telur. Kemudian Dewi Kaldu memilih telur dan telur tersebut berisi seratus anak.
Setelah beberapa hari kemudian, telur milik Dewi Kaldu menetas berupa ular. Dan Dewi Winatapun merasa iri karena telur milik Dewi Winata belum menetas. Sehingga Dewi Winata memecahkan salah satu telurnya dengan paksa dan telur tersebut menetas berupa burung.  Burung tersebut diberi nama burung Jatayung. Karena belum saatnya menetas atau dalam istilahnya prematur burung Jatayung hanya hidup dua puluh dua hari dan akhirnya meninggal. Dewi winata merasa sedih lalu akhirnya telur yang satunya ditetaskan pada waktunya. Kemudian telur itu menetas berupa burung. Burung tersebut diberi nama burung Garuda.
Dewi Winata dan Dewi Kaldu membuat suatu perjanjian yang berisi jika yang kalah harus mengurus keseratus anak Dewi Kaldu. Dan pada akhirnya dewi Winata kalah dan harus mengurus keseratus anak Dewi Kaldu. Dewi Winata merasa di perbudak dengan Dewi Kaldu. Dan untuk membebaskan Dewi Winata, putra Dewi Winata yang bernama Garuda harus mengambil air suci Dewa Wisnu, dengan syarat Garuda harus menjadi wahana Dewa Wisnu. Kemudian Garuda menyetujuinya.
Dan akhirnya Dewi Winata terbebas dari ancaman Dewi Kaldu. Tetapi, sayangnya putranya harus menjadi Wahana Dewa Wisnu. Untuk mengenang pengorbanan Garuda kepada Ibunya, tempat tersebut diberi nama Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang menjadi objek wisata terkenal di Pulau Bali.

                                       
4.2        Inspirasipembuatan Garuda WisnuKencana
 Pembangunan patung DewaWisnu (Dewa penyelamat bagi umat Hindu) yang sedang mengendarai burung Garuda (burung yang sering ada di mitos-mitos) terinspirasi dari kisah Adi Parwa. Dari kisahini yang diambil adalah episode Garuda yang memberikan kesetiaan dan pengorbanannya untuk menyelamatkan ibunya dari belenggu perbudakan. Hal itu dilakukannya dengan mengabdi kepada Dewa Wisnu, menjadi kendaraan bagi sang Dewa Wisnu - Simbol Hindu yang melambangkan kekuatan utama pemelihara alam semesta yang mendominasi kawasan ini.Diwujudkan sebagai patung berukuran raksasa terbuat dari baja dan tembaga dengan ketinggian mencapai 75meter dan lebar 60 meter, menjadikan figur ini sebagai perwujudan modern sebuah kebudayaan dan tradisikuno. Wujud yang menyertainya adalah Garuda, seekor burung besar yang menjadi kendaraan Dewa Wisnu sebagai perlambang kebebasan sekaligus pengabdian tanpa pamrih.
Gapura Batu – beberapa buah pilar batu cadas alami setinggi 25 meter yang berdiri kokoh yang akan ditatah dengan berbagai ornamen yang diambil dari kisah dramatis Ramayana yang menjadi sumber inspirasi seni pertunjukan Bali. Pahatan ukiran latar belakang relief bercorak seni pahat pewayangan (Kayon atau Gunungan) yang sangatkhas Bali danJawa . Nilai yang dapat kita petik dari Dewa Wisnu adalah sifat Dewa Wisnu yang mengabdi tanpa pamrih dan memelihara dunia.Kita sebagai generasi penerus bangsa harus meneladani sifat dari Dewa Wisnu dan garuda merupakan lambang Negara kita ,kita juga bisa memetik nilai dari burung tersebut, kegigihan burung tersebut  dalam bertahan hidup.




4.3       Tujuan dan Manfaat pembuatan Garuda Wisnu Kencana
Adapun tujuan dan manfaat didirikannya Garuda Wisnu Kencana antara lain :
1.      Tujuan utamanya adalah ”Culture Park” yaitu sebagai tempat pertukaran kebudayaan seluruh dunia.
2.      Dapat menambah tingkat  perekonomian masyarakat daerah sekitar Garuda Wisnu Kencana.
3.      Dapat menambah penghasilan daerah.
4.      Sebagai objek wisata terbaru di Bali yang dapat menjadi kebanggaan.
5.        Sebagai simbol misi penyelamat dunia.
6.      Sebagai pusat pendidikan bagi masyarakat Indonesia.

4.4       Patung Garuda Wisnu Kencana digunakan sebagai perwujudan modern sebuah kebudayaan dan tradisi kuno.

Masyarakat pada waktu itu, apaabila mendapat kesulitan, meminta pertolongan Dewa Wisnu yang merupakan dewa penyelamat bagi umat hindu. Burung Garuda adalah salah satu yang memohon pertolongan kepada Dewa Wisnu untuk menyelamatkan ibunya yang bernama Dewi Winata dari perbudakan Dewi kaldu.
Untuk membebaskan Dewi Winata dari perbudakan, garuda harus mengambil air suci Dewa Wisnu dengan syarat Garuda harus menjadi wahana Dewa Wisnu. Kemudia Garuda menyetujuinya, akhirnya Dewi Winata terbebas dari perbudakan Dewi Kaldu, dan burung garuda tetap setia menjadi wahan Dewa Wisnu.
Untuk mengenang pengorbanan Garuda salah seorang pematung yang bernama I Nyoman Nuarta membuat sebuah patung yang terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.00 ton dengan tinggi 75meter dan lebar 60meter.












BAB V
PENUTUP









BAB V
PENUTUP
5.1             Kesimpulan
               Dari berbagai analisis dan data yang penulis peroleh tentang objek wisata Garuda Wisnu Kencana dapat disimpulkan bahwa Garuda Wisnu Kencana merupakan simbol kemegahan Pulau Dewata dimana berbagai kebudayaan ditempatkan di dalam suatu tempat dan  I Nyoman Nuarta ini menjadi pencetus karya terbesar di seluruh dunia bahkan mengalahkan patung liberty.

5.2             Saran
-          Untuk Siswa
Turuti peraturan yang ada di Pulau Bali, serta carilah informasi sebanyak-banyaknya ketika di Pulau Bali.

-          Untuk pembaca
Menggali sumber yang belumpernah di ketahui oleh pembaca.

-          Untuk Guru / Pemerintah
Untuk menambah sumber buku bacaan di perpustakaan.









DAFTAR PUSTAKA
       http:// www.wikipedia.co.id
www. Bali- GWK.org
www.google.co.id

















            LAMPIRAN
Description: gwk.gif

Description: gwk 3.jpg
Description: kepala_burung_375.jpg


Description: Patung-Garuda-Wisnu-Kencana-bali-3.jpg

Description: gwk4.jpg

Description: sketsa-gwk.jpeg